JANGAN BERPUTUS ASA - MUHASABAH DIRI

*MUHASABAH*

*_JANGAN BERPUTUS ASA_*

Saudaraku,
Memasuki masa dipenghujung tahun 2019  ini kita temukan banyak penyesalan atas dosa dan kekhilafan yang pernah kita lakukan, hingga mengakibatkan berputus asa atas ampunan dari Allah Azza waJalla...

Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah pernah berkata :

‏قال ابن حجر رحمه الله:

‏" لا يمنعنّك سوء ظنك بنفسك، وكثرة ذنوبك أن تدعو ربك فإنه أجاب دعاء إبليس حين قال : رب فأنظرني إلى يوم يبعثون ؛ قال إنك من المنظرين ".

‏[فتح الباري: (١٦٨/١١)


_"Janganlah su'udzanmu terhadap dirimu sendiri dan banyaknya dosa-dosamu, mencegahmu dari berdoa kepada Rabb-mu (yakni jangan berputus asa untuk terus berdoa kepada Allah, meskipun dirimu banyak berdosa)._

_Karena sesungguhnya Dia (Allah) mengabulkan doanya iblis ketika dia berkata (dalam doanya) : "Wahai Rabbku, berilah aku tenggang waktu (kesempatan hidup yang lebih panjang), sampai hari ketika umat manusia dibangkitkan (yaitu hari kiamat  nanti)."_

_Kemudian Allah berfirman : "Sesungguhnya kamu (wahai Iblis) termasuk orang-orang yang diberi tenggang waktu."_

(Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, 11/168)

Jadi, teruslah engkau berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, jangan berputus asa dari rahmat-Nya.

Jika iblis, makhluk yang telah dilaknat oleh Allah saja, ketika dia berdoa, Allah mengabulkan doanya.

Maka tentunya, jika kita sebagai manusia, kita berdoa kepada Allah, insyaAllah lebih banyak peluang dan kesempatan untuk dikabulkannya doa-doa kita. Yang penting kita tetap bersabar untuk berdoa kepada Allah, dan berprasangka yang baik kepada-Nya, niscaya doa kita akan dikabulkan-Nya.

Saudaraku,
 _Bila derita datang bertubi_
 _Bila ujian seakan tak bertepi_
 _Semuanya akan teratasi_
 _Dengan segala potensi yang Allah Azza wa Jalla  telah beri_

 _Saat kekuatan mulai melemah_
 _Bukan berarti harus menyerah_
 _Saat kemampuan mulai perlahan memudar_
 _Bukan berarti harus perlahan menghindar_
 _Saat kegigihan mulai perlahan rapuh_
 _Bukan berarti perlahan harus mudah terjatuh_

 _Allah selalu menitipkan kelebihan di setiap kekurangan_
 _Allah selalu menitipkan kekuatan di setiap kelemahan_

Maka senantiasa istiqamah di jalan hidayah membuat *lelah* menjadi *lillah*(semua diniatkan karena Allah).

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah, tidak mudah berputus asa, senantiasa berusaha diiringi dengan doa untuk meraih ampunan dan ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.

_Wallahua'lam bishawab_

Komentar